
Masih banyak rumah di Indonesia yang hingga hari ini menggunakan atap asbes. Alasannya beragam: harga murah, ringan, dan sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu. Namun, di balik kepraktisannya, ada risiko besar yang sering tidak disadari oleh penghuni rumah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa asbes berbahaya bagi kesehatan manusia dan tidak ada batas aman untuk paparan serat asbes. Artinya, sekecil apa pun paparan asbes dalam jangka panjang tetap berisiko.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi “murah atau tidak”, melainkan aman atau tidak untuk keluarga kita.
Apa Itu Asbes dan Mengapa Dulu Banyak Digunakan?
Asbes adalah material mineral berserat yang dulu populer karena:
- Tahan panas
- Ringan
- Mudah diproduksi
- Biaya sangat murah
Karena karakteristik tersebut, asbes banyak dipakai untuk :
- Atap rumah
- Dinding bangunan
- Pabrik dan gudang lama
- Bangunan sekolah dan fasilitas umum
Sayangnya, seiring waktu dan penelitian medis yang semakin berkembang, terungkap bahwa serat asbes sangat berbahaya bagi sistem pernapasan.
WHO Melarang Asbes: Ini Alasan Medisnya
Menurut WHO, asbes merupakan karsinogen (zat pemicu kanker). Paparan serat asbes yang terhirup dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, antara lain:
1. Kanker Paru-Paru
Serat asbes yang masuk ke paru-paru dapat menetap selama bertahun-tahun dan memicu kanker tanpa gejala awal yang jelas.
2. Mesothelioma
Jenis kanker langka dan agresif yang menyerang lapisan paru-paru dan rongga dada, hampir selalu dikaitkan dengan paparan asbes.
3. Asbestosis
Penyakit paru-paru kronis akibat penumpukan serat asbes yang menyebabkan sesak napas, batuk berkepanjangan, dan penurunan fungsi paru.
Yang mengkhawatirkan, penyakit akibat asbes sering baru muncul setelah 10–30 tahun sejak paparan awal.
Mengapa Atap Asbes Berbahaya untuk Rumah Tinggal?
Banyak orang berpikir,
“Asbes kan cuma di atap, tidak disentuh langsung.”
Justru di situlah bahayanya.
1. Asbes Melepaskan Serat Mikro Seiring Usia
Atap asbes yang sudah tua, retak, atau lapuk akan melepaskan serat mikro ke udara, terutama saat:
- Terkena panas matahari
- Tertiup angin kencang
- Terkena hujan deras
- Dipotong atau diperbaiki
Serat ini tidak terlihat oleh mata, tetapi mudah terhirup oleh penghuni rumah.
2. Risiko Lebih Besar untuk Anak dan Lansia
Anak-anak, lansia, dan orang dengan riwayat penyakit pernapasan memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan asbes. Padahal, rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi keluarga.
3. Tidak Ramah Lingkungan
Selain berbahaya bagi manusia, limbah asbes juga sulit dikelola dan mencemari lingkungan. Banyak negara telah melarang total penggunaan asbes dalam industri bangunan.
Tanda-Tanda Atap Asbes Sudah Tidak Aman
Jika rumah Anda masih menggunakan asbes, perhatikan tanda berikut:
- Warna atap memudar dan rapuh
- Muncul retakan atau pecah-pecah
- Serbuk halus terlihat di plafon atau lantai
- Atap sudah berusia lebih dari 10–15 tahun
Jika salah satu tanda ini muncul, mengganti atap bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Mengapa Sekadar Menambal Tidak Cukup?
Banyak pemilik rumah memilih menambal atau melapisi asbes lama. Sayangnya:
- Serat asbes tetap bisa terlepas
- Risiko kesehatan tetap ada
- Umur pakai tetap pendek
Solusi paling aman adalah mengganti atap asbes dengan material yang benar-benar aman dan modern.
Atap UPVC Thermoguard: Solusi Aman Pengganti Asbes
Seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan kenyamanan hunian, Atap UPVC Thermoguard hadir sebagai solusi atap modern yang bebas asbes, aman, dan tahan lama.
Thermoguard diproduksi oleh PT Natural Insulation Indonesia, menggunakan material UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) yang tidak mengandung serat berbahaya.
Keunggulan Atap UPVC Thermoguard Dibanding Asbes
1. Bebas Asbes, Aman untuk Kesehatan
UPVC Thermoguard tidak mengandung zat berbahaya dan aman digunakan untuk rumah tinggal, termasuk:
- Kamar tidur
- Ruang keluarga
- Dapur
- Area bermain anak
Tidak ada serat mikro yang bisa terhirup, bahkan setelah bertahun-tahun penggunaan.
2. Lebih Sejuk dan Nyaman
Berbeda dengan asbes yang cenderung menyimpan panas, Thermoguard memiliki struktur twinwall (double layer) yang membantu menghambat panas matahari.
Hasilnya:
- Suhu rumah lebih stabil
- Ruangan tidak pengap
- Lebih hemat penggunaan kipas atau AC
3. Tidak Bising Saat Hujan
Salah satu keluhan terbesar pengguna asbes adalah suara hujan yang keras. Thermoguard mampu meredam suara hujan secara signifikan, membuat suasana rumah lebih tenang dan nyaman.
4. Tahan Lama dan Tidak Rapuh
Asbes cenderung rapuh seiring waktu. Thermoguard justru:
- Tidak berkarat
- Tidak lapuk
- Tidak mudah retak
- Stabil di cuaca ekstrem
5. Garansi Hingga 15 Tahun
Thermoguard memberikan garansi resmi hingga 15 tahun, memberikan rasa aman dan kepastian jangka panjang bagi pemilik rumah.
Ini bukan sekadar janji, tetapi bentuk kepercayaan produsen terhadap kualitas produknya.
Proses Mengganti Asbes ke Thermoguard: Apakah Sulit?
Banyak pemilik rumah khawatir penggantian atap akan rumit dan mahal. Faktanya:
- Bobot Thermoguard ringan
- Bisa menggunakan rangka eksisting (dengan penyesuaian tertentu)
- Proses pemasangan relatif cepat
- Minim perawatan setelah terpasang
Yang terpenting, penggantian dilakukan satu kali untuk solusi jangka panjang.
Investasi untuk Kesehatan dan Kenyamanan Keluarga
Mengganti atap asbes ke UPVC Thermoguard bukan hanya soal material bangunan, tetapi:
- Investasi kesehatan jangka panjang
- Kenyamanan sehari-hari
- Nilai tambah properti
Harga awal mungkin terasa lebih tinggi dibanding asbes, tetapi biaya kesehatan dan perawatan jangka panjang jauh lebih mahal jika diabaikan.
Saatnya Tinggalkan Asbes, Pilih Atap yang Lebih Aman
WHO sudah melarang penggunaan asbes karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan. Dengan informasi yang semakin terbuka, tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan atap berbahaya di rumah.
Atap UPVC Thermoguard hadir sebagai solusi pengganti asbes yang:
- Aman dan bebas zat berbahaya
- Lebih sejuk dan senyap
- Tahan lama
- Bergaransi hingga 15 tahun
Rumah adalah tempat berlindung bagi keluarga. Memilih atap yang aman berarti melindungi orang-orang yang paling kita sayangi.

